Skip to content

Banyak yang mengalami, Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Obat Jerawat?

skincare ibu hamil

Kehamilan mengubah banyak hal dalam kehidupan wanita. Tidak terkecuali perubahan hormon yang menjadi sangat fluktuatif. Sebagian orang mengalami pregnancy glow yang membuat kulitnya menjadi tampak sangat sehat dan berada dalam kondisi bercahaya. Tetapi sayangnya, sebagian ibu hamil yang lain, harus berjuang dengan berbagai masalah kulit yang muncul akibat perubahan hormon tersebut. 

Salah satu masalah kulit yang muncul saat hamil yakni jerawat. Tentu saja hal ini membuat risih dan tidak percaya diri ya. Tapi, sebelum mengobatinya dengan salep atau losion jerawat, berikut ini nusaherbal merangkum hal-hal yang harus Mama ketahui seputar penggunaan obat jerawat saat hamil.

Jenis Obat Jerawat yang Dilarang Digunakan Ibu Hamil

Jerawat yang muncul saat hamil memang sangat menjengkelkan dan meresahkan. Apalagi bagi Anda yang selama ini memiliki kondisi kulit yang baik sebelum hamil. Sebelum mengobatinya dengan obat jerawat yang ada di rumah, Anda perlu lebih jeli dalam meneliti kandungan obat jerawat yang dimiliki. 

Baca Juga :

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Ternyata Gampang! Simak Caranya
5 Obat Penghilang Bekas Jerawat, Mau yang Alami Atau Klinis?
4 Cara Menghilangkan Jerawat Bandel dari Alami Sampai Obat-obatan

Secara spesifik, ibu hamil harus menghindari empat jenis obat-obatan jerawat ini, antara lain:

  • Isotretinoin, kandungan dapat menyebabkan cacat lahir, meningkatkan risiko keguguran dan kematian janin.
  • Terapi hormon, yang mampu menyebabkan cacat lahir.
  • Retionoid topikal (adapalene, tazarotene, dan tretinoin), yang akan masuk ke aliran darah dan bisa diteruskan ke janin.
  • Tetrasiklin oral (doksisiklin, minosiklin, tetrasiklin), yang akan memengaruhi pertumbuhan tulang dan warna gigi pada janin.

Bahan Kandungan Dalam Skincare yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Banyak wanita yang tidak sadar akan bahan-bahan dalam skincare yang digunakan sehari-hari mengandung bahaya pada kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. 

Retinol dan retinoid, contohnya. Kedua bahan ini banyak pula ditemukan dalam produk-produk skincare. Kedua kandungan bahan ini berbahaya karen bisa masuk ke aliran darah dan mengalir menuju ke janin sehingga berisiko menyebabkan cacat lahir. 

Bagi Anda yang menggunakan skincare yang mengandung AHA atau alpha-hydroxy acid, sebaiknya dihentikan dulu pemakaiannya selama hamil karena diketahui dapat terserap ke aliran darah walaupun efeknya bagi janin masih belum diketahui. 

Sedangkan benzoyl peroxide dan salicylic acid masih diperdebatkan keamanannya. Banyak dokter yang menyarankan untuk menghindari pemakaian kedua bahan ini pada saat hamil. Tetapi American Academy of Dermatology (AAD) mengatakan keduanya relatif aman digunakan selama dalam dosis kecil. 

 355 total views,  1 views today